Setelah heboh pernikahan sejenis di Bali, warga Boyolali, Jawa Tengah dikejutkan dengan tasyakuran yang diduga bagian dari proses pernikahan sejenis antara dua pria.
Media asal Malaysia, mynewshub.cc, Senin 12 Oktober 2015, menulis soal kehebohan pernikahan sejenis itu, di mana sebelumnya sempat terjadi di Bali.
Keduanya yang tercatat sebagai pria dalam KTP, dilaporkan melangsungkan pesta pernikahan di Desa Cluntang, Musuk, Boyolali, Jawa Tengah. Hebohnya lagi, pesta pernikahan sejenis itu turut dihadiri penduduk setempat yang mengucapkan selamat.
Pada acara tersebut, Dumani mengenakan pakaian pengantin pria Jawa sementara pasangannya yang dikenal sebagai Ratu Airin Karla, berdandan seperti pengantin wanita lengkap dengan sanggul dan hiasan bunga melati.
Prosesi pernikahan digelar seperti layaknya pernikahan Jawa lainnya. Bahkan spanduk bertuliskan "Tasyakuran Bersatunya Ratu Airin Karla dan Dumani, Mohon Doa Restu" turut digantung dengan iringan musik dangdut.
Namun pemerintah setempat menjelaskan, tidak ada acara pernikahan sesama jenis pernah diizinkan karena itu secara terang-terangan melanggar adat dan budaya. Hanya saja 'pengantin perempuan' kabarnya pernah mengajukan permohonan pernikahan tetapi tidak jelas apakah dikabulkan atau ditolak.
Justru, acara itu dikatakan sekadar tasyakuran atau selamatan merayakan pasangan itu di antara para tamu yang mereka kenal dan bukan upacara pernikahan.
Sebagian warga desa Cluntang diduga ikut bergotong royong memasak dan hadir semata-mata sebagai tanda niat baik meskipun ada yang tidak setuju. (Ism)



